Mengenal Digitaliasi
DIGITALISASI
A. Mengenal Digitalisasi
A. apa itu digitalisasi?
Digitalisasi adalah sebuah proses konversi dari analog ke digital. Digitisasi ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran biaya dengan melakukan pengoptimalan proses internal, seperti otomatisasi kerja, meminimalisir penggunaan kertas, dan lain sebagainya
Dalam pelaksanaannya, digitalisasi atau digitalization juga dilengkapi dengan model fisik atau campuran antara digital dan fisik. Contoh campuran antara digital dan fisik yang dimaksud adalah layanan customer service.
Salah satu manfaat dari penggunaan digitalisasi adalah, Anda dapat membuat konteks data digital yang luas. Kedepannya, data tersebut dapat menjadi kecerdasan atau pengetahuan yang bisa Anda tindaklanjuti dengan tujuan tertentu.
Digitalisasi adalah faktor penting dalam bisnis. Melalui digitalisasi, banyak perusahaan telah meraih kesuksesannya. Bagaimana tidak? Digitalisasi adalah metode yang dapat membantu mereka dalam mengotomatisasi pemasaran dan proses pemesanan produk atau jasa. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi biaya operasional akibat kesalahan manusia dalam proses pengerjaan.
B. Tujuan Digitalisasi
Sederhananya, digitalisasi adalah penggunaan teknologi pada bisnis. Digitalisasi terjadi dengan membawa dampak positif bagi pelaku bisnis. Berikut merupakan tujuan dari digitalisasi.
a. otomatisasi
Secara teknis, otomatisasi atau automation adalah teknologi yang dapat melakukan suatu pekerjaan melalui perintah terprogram. Adapun perintah tersebut juga dikombinasikan dengan kontrol umpan balik yang otomatis. Hal ini bertujuan untuk memastikan pekerjaan yang diperintahkan dapat dilakukan dengan tepat.
Digitalisasi adalah penggunaan teknologi yang memungkinkan Anda untuk melakukan pekerjaan secara otomatis dan cepat. Dikutip dari RPA institute, menurut para analis industri, penggunaan Robotic Process Automation (RPA) dapat meningkatkan kecepatan proses bisnis perusahaan sejumlah 5 – 10 kali lipat dengan penggunaan SDM 37% lebih sedikit.
b. mengurangi penggunaan biaya
Digitisasi adalah sebuah proses konversi dari analog ke digital. Digitisasi ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran biaya dengan melakukan pengoptimalan proses internal, seperti otomatisasi kerja, meminimalisir penggunaan kertas, dan lain sebagainya.
c. meningkatkan efektivitas kerja
Digitalisasi adalah metode yang dapat mengurangi SDM yang Anda perlukan. Hal ini dikarenakan, digitalisasi adalah metode bisnis yang memungkinkan teknologi untuk mengganti tenaga manusia. Melalui perintah – perintah yang telah terprogram, suatu mesin atau aplikasi dapat menjalankan pekerjaan dengan sangat baik. Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan kualitas kerja bisnis Anda, karena dapat meminimalisasi adanya human error dalam pekerjaan. Selain itu, penggunaan mesin ini juga dapat mengurangi biaya operasional untuk menggaji karyawan.
Contoh penggunaan teknologi dalam bisnis adalah penggunaan aplikasi payroll. Payroll adalah total semua kompensasi yang harus perusahaan bayarkan pada karyawan pada waktu tertentu. Apabila Anda tidak menggunakan aplikasi payroll, Anda harus memiliki staff akunting handal untuk mengatur keuangan bisnis Anda.
Tentunya, Anda harus membayar mahal untuk itu. Dengan menggunakan aplikasi payroll, Anda bisa mengatur pembuatan laporan akhir tahun, perhitungan pajak, serta kompensasi karyawan. Hal ini Anda lakukan tanpa harus menggaji siapapun dan tanpa resiko human error yang dapat merugikan keuangan bisnis Anda. Sehingga, manajemen keuangan bisnis Anda menjadi lebih efektif, praktis, dan berkualitas.
C. Contoh Digitalisasi Saat Ini
a. online marketplace
Marketplace adalah platform yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli di internet. Jadi, website marketplace bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran.
Dengan kata lain, bisa dibilang marketplace adalah department store versi online. Beda dengan toko online, marketplace adalah berperan sebagai pengantara jual-beli.
1. perbedaan marketplace dengan toko online
Jawabannya adalah bukan, marketplace dan online shop adalah dua model bisnis yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada perantara. Marketplace adalah perantara yang menghubungkan para penjual dengan pembeli.
Di sisi lain, online shop atau toko online tidak memerlukan perantara. Penjual langsung menjual produknya di platform mandiri kepada pembeli. Jadi tidak ada perantara sama sekali.
Berjualan melalui online shop atau toko online menuntut Anda untuk lebih mandiri. Anda perlu membuat website, menerapkan strategi bisnis dengan pemasaran melalui media sosial, dan langsung berurusan dengan konsumen.
Walaupun begitu, dengan mengelola website toko online sendiri memiliki keuntungan lebih banyak dibanding hanya berjualan melalui marketplace. Terlebih lagi jika Anda sudah mempunyai merek sendiri.
a. contoh online marketplace
1. Amazon
Amazon.com, Inc. (/ mzn / am--zone) adalah multinasional teknologi Perusahaan Amerika yang berfokus pada e-niaga, komputasi awan, streaming digital dan kecerdasan buatan. Ini adalah salah satu dari Lima Besar perusahaan di industri teknologi informasi AS, bersama dengan Google (Alphabet), Apple, Meta (Facebook) dan Microsoft.
2. Tokopedia
PT Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.
Komentar
Posting Komentar